Kamis, 22 April 2021

Antisipasi Kecelakaan, DPKP Rutin Rawat Pohon

BANDUNG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) secara berkala memelihara dan memangkas pohon di Kota Bandung. Hal ini untuk meringankan beban dan mengantisipasi adanya kerusakan pohon pada saat datang musim hujan disertai angin kencang.

Bahkan setiap harinya petugas DPKP memeriksa kondisi pohon, manakala menemukan pohon yang rawan tumbang dan sudah terlalu rimbun.

"Demi keselamatan Kota Bandung kita rawat, baik pohon yang berada di Jalan Provinsi atau Jalan Nasional. Kita pangkas," tutur Kepala UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP Kota Bandung, Roslina pada Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kamis 22 April 2021.

Menurut Roslina, pemangkasan pohon bukan berarti merusak pohon. Tetapi pemangkasan bagian dari perawatan agar pada saat hujan deras terutama angin kencang pohon tetap kokoh.

Sehingga bisa mengcegah kecelakaan yang disebabkan oleh pohon tumbang.

"Kenapa dipangkas padahal pohonnya bagus, kita jelaskan beri edukasi ke masyarakat daripada pohon tumbang. Setelah dipangkas, justru daun akan lebih subur dan lebih cepat tumbuh," terangnya.

"Yang berbahaya pada saat pohon tumbang itu adalah angin dibandingkan hujan. Makanya tidak boleh terlalu rimbun, itu menjadi salah satu faktor patah dahan atau tumbang," imbuhnya. 

Pada tahun 2019 lalu, DPKP telah memangkas kurang lebih 3.500 pohon. Namun karena kondisi pandemi Covid-19 sehingga di tahun 2020 jumlahnya menurun menjadi 2.900-an pohon. 

Di samping itu DPKP tetap melakukan penghijauan yakni dengan menanam pohon di seluruh wilayah Kota Bandung. Pada tahun 2020, DPKP menanam sebanyak 2.058 pohon.

"Jadi kita tetap menanam pohon. Baik di lahan terbuka atau ada pohon yang mati kita ganti dengan pohon baru," tutur Roslina.

Untuk itu Roslina mengajak seluruh warga untuk senantiasa menjaga kesehatan pohon, agar Kota Bandung yang tercinta ini tetap sejuk.

"Kalau ingin Bandung sejuk maka kita harus mencintai pohon," pintanya.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :