Advertise Here

Sabtu, 10 April 2021

Bank Bjb 23 FOODAY Surprizes Tawarkan Promo Belanja di 23 Paskal Shopping Center Bandung

BANDUNG - Bagi para konsumen 23 Paskal Shopping Center Kota Bandung, bank bjb menggelar promo food bazaar "23 FOODAY Surprizes". Promo transaksi kuliner dengan bonus voucher belanja tersebut berlangsung pada 5 hingga 11 April 2021, setiap pukul 11.00-20.00 WIB di Atrium 23 Paskal Shopping Center.

Promo tersebut berlaku untuk pembelian berbagai merchant kuliner di lingkungan mal. Dengan melakukan transaksi di merchant kuliner sebesar Rp100.000, pengunjung berkesempatan untuk mendapatkan potongan harga hingga memperoleh voucher belanja senilai Rp50.000 (tidak berlaku kelipatan).

Syaratnya, pengunjung harus melakukan transaksi lewat layanan digital banking bank bjb, yakni bjb DIGI atau bjb DIGICash. Selain mendapat voucher belanja, pengunjung juga dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti raflle atau undian bank bjb.

Hadiahnya adalah transaksi jam tangan lokal Matoa dengan harga spesial, yakni Rp3.373.

Khusus untuk kesempatan mengikuti raffle, pengunjung tidak harus melakukan transaksi dengan jumlah tertentu. Seluruh pengunjung yang melakukan transaksi di merchant kuliner pilihan dengan bjb DIGI atau bjb DIGICash berhak mengikuti raffle bank bjb dengan hadiah jam tangan Matoa harga miring. *

Oded: Wartawan Corong Informasi Masyarakat

BANDUNG - Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H, Wali Kota Bandung Oded M. Danial beserta Kepala bagian Humas, Sony Teguh Prasatya  bersilahturahmi ke sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung di Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 252, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021).
Kunjungan Mang Oded sapaan akrab walikota disambut hangat oleh jajaran pengurus dan anggota PWI termasuk Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Bandung.

Pada kesempatan itu, Mang Oded berharap PWI Kota Bandung mampu menghadirkan sebuah kolaborasi dan makin bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandung

"Sebagai elemen bangsa, kolaborasi dan sinergi dibutuhkan supaya kita bersama-sama memiliki tanggung jawab bersama dalam mengedukasi masyarakat dan Kota Bandung," ungkapnya.

Suasana pun semakin hangat dan mencair manakala dalam obrolan yang begitu santai itu Mang Oded bersama-sama mencicipi sajian durian lokal bearoma khas.

Tak ketinggalan, dituturkannya, Pemkot Bandung banyak membuat regulasi yang berkenaan dengan proses pembangunan ataupun layanan publik. Untuk itu, para pewarta ini memiliki peran penting sebagai corong informasi kepada masyarakat.

Oded menilai kehadiran media massa di era kemajuan teknologi informasi ini sangat penting. Hal ini menjadi salah satu cara ampuh menangkal informasi hoaks.

"Saya berharap PWI Kota Bandung mampu menghadirkan sebuah kolaborasi dengan regulasi Kota Bandung. Karena Kita sebagai komponen bangsa yang memiliki tanggug jawab mengedukasi
warga Kota Bandung untuk sama-sama membangun Kota Bandung," tambahnya.

Mang Oded pun bersyukur dan mengapresiasi atas pandangan para anggota PWI se akin terbuka untuk menjalani beragam lini usaha. Bahkan dengan keberadaan Koperasi PWI Kota Bandung dinilainya menjadi salah satu piranti kegiatan untuk menyejahterakan anggota PWI. Baginya, koperasi adalah lembaga yang dinilainya cocok bagi iklim investasi di Indonesia, termasuk Kota Bandung. Sementara Koperasi PWI Kota Bandung sendiri baru berjalan kurang lebih 2 tahun, namun demikian perkembangan dirasa cukup baik dan telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Disamping itu, sebagai pimpinan daerah, Mang Oded juga mengucapkan selamat dan sukses kepada PWI Kota Bandung yang telah melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil) I dengan menetapkan Hardiyansyah sebagai ketua terpilih secara aklamasi dan terbentuknya jajaran pengurus PWI Kota Bandung.

"Dengan kepengurusan yang baru terpilih, Mang Oded percaya bahwa PWI Kota Bandung adalah sebuah organisasi yang bisa bekerjasama dengan mengedepankan nilai-nilai komunikasi yang berpedoman pada etika dan kesantunan. Dengan terpilihnya ketua PWI secara aklamasi hal itu menandaskan bahwa menjadi indikator sebuah organisasi yang sehat. Maka itu jalinan komunikasi ke depan agar menghasilkan sinergitas bisa berjalan dengan sehat pula," harapnya seraya mempersilahkan untuk mempersiapkan proses pelantikan yang rencananya akan digelar di Pendopo usai lebaran nanti.

Sementara, di tempat yang sama, Ketua PWI Kota Bandung, Hardiyansyah mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas kedatangan Wali Kota Bandung yang bisa memenuhi undangan silahturahmi Jelang bulan suci Ramadhan di Kantor PWI Kota Bandung.

Ditegaskannya, PWI Kota Bandung akan terus berkontribusi bagi Kota Bandung, dan semoga bermafaat bagi masyarakat Kota Bandung.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Wali Kota Bandung ke kantor PWI, semakin mempererat silaturahmi satu sama lain. Dan tentu saja PWI akan selalu mendukung program-program Wali Kota Bandung," ucap Hardiyansyah.
Selanjutnya, diutarakan juga rencana PWI Kota Bandung yang akan segera membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers atau lemabaga hukum khusus wartawan di bawah Seksi Advokasi.

Persiapkan PTM Kota Bandung, Ini Strategi Walikota Bandung

BANDUNG - Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial menyatakan setiap stakeholder harus fokus menyiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Utamanya, berkenaan dengan antisipasi sisi kesehatan yang merupakan tanggung jawab bersama.

Oded menuturkan, sekalipun imbauan pemerintah pusat baru dimulai pada Juli 2021 mendatang, namun sejak April ini akan mengakselerasi segala persiapan PTM. Sebagai langkah awalnya, pada 7 April 2021 lalu telah digelar diskusi secara virtual dengan para pemangku kepentinhan pendidikan di Kota Bandung.

"Telah terjadi kesepakatan, PTM ini dapat dilaksanakan dengan beberapa stakeholder pendidikan. Ada perwakilan Komisi D DPRD, pengurus PGRI, AKSI, FAGI, dan lain lain. Hadir juga ada prwakilan orang tua siswa," ucap Oded usai rapat terbatas secara daring dari Balai Kota Bandung, Jumat, 9 April 2021.

Lebih lanjut, Oded menginstruksikan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung untuk mengakselerasi vaksinasi guna menunjang PTM. Yakni dengan memprioritaskan penyuntikan vaksin bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).

Kendati wewenang Dinas Pendidikan Kota Bandung hanya setingkat SD dan SMP, namun Oded meminta agar semua PTK yang ada di Kota Bandung bisa diakomodir. Tanpa terkecuali yang berasal dari kedinasan Kementerian Agama.

Saat ini, di Kota Bandung tercatat sekitar 2.200 PTK yang sudah menjalani penyuntikan vaksin. Total target sasaran untuk PTK di seluruh jenjang di Kota Bandung yakni sebanyak 35.904 orang.

"Sasaran vaksin PTK ini pada jenjang SD, SMP, SMA, RA, MI, MTS, MA atau MAK yang berlokasi di Kota Bandung. Sumber data Dinas Pendidikan memiliki sasaran sebesar 33.886, dan data dari Kementerian Agama sebanyak 2.018," ungkapnya.

Guna mengakselerasi vaksinasi bagi PTK ini, Oded sudah merancang agar penyuntikan didesentralisasikan ke tiap kecamatan. Nantinya, per kecamatan ikut mengoordinasikan vaksinasi bagi sekitar 500 PTK.

"Target vaksinasi akan diupayakan selesai pada Mei. Vaksinasi PTK ini secara serentak akan dilaksanakan di 30 kecamatan," ungkapnya.

Di samping persiapan yang matang, lanjut Oded, kriteria pelaksanaan PTM di Kota Bandung akan diseleksi secara ketat. Utamanya terkait kesiapan sarana dan prasana penunjang protokol kesehatan.

Apabila sudah menyiapkan daftar periksa, pihak sekolah harus mengajukan kepada Satgas Penanganan Covid-19 untuk selanjutnya mengawasi, simulasi dan evaluasi. Apabila hasilnya memenuhi standar kelayakan, maka pelaksanaan PTM bisa dimulai setelah mengantongi rekomendasi dari Satgas.

"Kita tetap butuh kesiapan. Jangan sampai ada klaster baru. Jadi tetap tergantung kesiapan mereka (sekolah). Nanti Satgas akan berkeliling melihat kesiapannya ke sekolah," dia menjelaskan.

Oded mengimbau, setiap satuan pendidikanmembuat Satgas Penanganan Covid-19 dan membatasi kegiatan hanya untuk pembelajaran di kelas saja. Sementara kegiatan ekstrakulikuler dan kegiatan lainnya di luar pembelajaran masih belum diperbolehkan.

Kantin sekolah tetap ditutup untuk sementara waktu. Sehingga siswa diimbau membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Para siswa juga diimbau membawa peralatan sekolah dan keperluan ibadah dari rumah.

Oded menegaskan, sekolah harus rutin mengecek suhu tubuh para siswa, dan menanyakan kondisi kesehatannya guna memonitor adanya keluhan.

"Bila ada gejala atau ada anggota keluarga bergejala tidak diperkenankan masuk area sekolah. Sebelum pulang, pastikan semua anggota di sekolah tidak ada keluhan," ujarnya.

Oded juga menyatakan bagi para orang tua siswa diberi keleluasaan untuk memilih keikutsertaan anaknya pada PTM. Jika masih khawatir maka orang tua dipersilahkan tetap mengikutsertakan anaknya melalui metode Pembelajaran Jarak Jauh.

"Kita akan berikan kewenangan kepada orang tua apakah PTM atau jarak jauh? Kita berikan kesempatan kepada orang tua murid kalua ada yang belum setuju persilahkan, tapi mereka ikut daring," jelasnya.

Kendati semua orang tua setuju ikut PTM, namun pada pelaksanaannya akan dibagi penjadwalannya diatur secara bergiliran.

"Sistem pembelajaran PTM terbatas ini akan dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh. Maksimum selama 3 jam dengan 2 mata pelajaran. Kapasitas kelas juga antara 30-50 persen dengan jarak antar bangku sekitar 1,5 meter," katanya.