Advertise Here

2/20/2024

Antusiasme Warga Tinggi, Ini Strategi Disdagin Antisipasi Antrean di Operasi Pasar Beras

BANDUNG - Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah di beberapa Kecamatana mengundang antusias masyarakat begitu besar pada dua hari pelaksaannya. Sejak pagi, masyarakat sudah mengantre untuk mendapatkan beras yang dibanderol Rp53.000 per 5 kilogram ini.

Untuk mengantisipasi terjadinya antrean, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung akan mengevaluasi pola pendistribusian dengan melakukan pendistribusian beras ke Kelurahan untuk memecah antrean.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, antusiasme masyarakat dalam operasi pasar Beras Medium SPHP sangat tinggi sehingga mengakibatkan beberapa antrean yang cukup panjang.

Untuk itu, ia mengaku telah mengevalusi bersama Bulog dan camat terkait pola pendistribusian agar antrean masyarakat tidak terlalu membludak. 

Ronny menyebut, untuk mencegah penumpukan masyarakat, Disdagin akan mendistribusikan beras ke Kelurahan untuk memecah antrean. 

Hal tersebut akan dilakukan pada pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium di Kecamatan Sukajadi, Gedebage dan Bandung Kidul yang akan digelar Rabu, 21 Februari 2024 besok.

"Kita fokus pada tiga kecamatan besok, selanjutnya sama polanya. Kita sudah koordinasi dengan Camat Sukajadi, Gedebage dan Bandung Kidul. Polanya kita akan sebarkan ke kelurahan-kelurahan," kata Ronny, Selasa 20 Februari 2024.

Secara teknis, kata Ronny, beras medium tersebut akan di drop ke Kecamatan, lalu pihak kewilayahan menyebarkan ke kelurahan. 

"Jadi tidak ada satu titik penumpukan Operasi Pasar Beras Medium. Jadi nanti di Kelurahan ada pendistribusian Operasi Pasar Beras Medium," ujarnya.

Selain itu, untuk memperlancar dan mempercepat transaksi kasirnya pun akan ditambah sehingga tidak akan terjadi lagi penumpukan saat pembayaran.

"Yang paling utama, kasirnya harus banyak. Nanti di kelurahan pun kasirnya agak banyak biar tidak terjadi penumpukan antrean," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium SPHP dapat berjalan lancar serta masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying.

Sebagai informasi, Kegiatan Operasi Pasar Beras Medium Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan Pasar Murah ini digelar di 30 Kecamatan mulai 19 Februari - 1 Maret 2024.

Kegiatan ini didukung oleh Bulog, Pertamina, Wilmar, CV. Bagus, Distanhorti Provinsi Jawa Barat, Zibyfarm, Prima Freshmart, Petani Cabe, Triarta, SJU dan Toko Ritel Modern yang tergabung dalam APRINDO DPC Kota Bandung yaitu Borma, Yogya Group, Lotte Grosir, Superindo, Prama, Lotte Mart, Transmart, Hypermart, Hyfresh, Yomart, Alfamart, Indomaret dan Amanda Mart.

Kegiatan Pasar Murah terbuka untuk umum, tetapi untuk Operasi Pasar Beras Medium Wargi Bandung diwajibkan menunjukan KTP sesuai dengan domisili Kecamatan pelaksanaan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal kegiatan Operasi Pasar Beras Medium Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan Pasar Murah, anda bisa langsung memantaunya melalui instagram @bdg.perdaganganindustri atau @humas_bandung

Mau Kuliner Murah di Bandung, ke Food Street Malabar

BANDUNG - Ingin cemal - cemil atau makan berat tanpa harus menguras kantong? Yuk datang ke Street Food Valkenet Malabar. Tepatnya di Jalan Malabar, seputaran Taman Pers Malabar, Kecamatan Lengkong Kota Bandung.

Kawasan kuliner tersebut merupakan binaan dari Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Bandung. Kawasan ini masuk dalam zona hijau. 

Terdapat 18 tenan yang menyediakan segala jenis kuliner. Mulai dari empal gentong, sate, lotek, bebek goreng, soto, ayam penyet hingga minuman kelapa muda.

Kawasan Kuliner Valkenet Malabar pun meraih penghargaan pada perlehatan Islamic Entrepreneur Marketing Regional Award 2023 pada kategori makanan dan minuman halal tingkat kota. 

Salah satu pengunjung, Grani Agustina, mengaku sering makan di kawasan tersebut karena banyak pilihan makanan yang bisa ia cicipi sesuai dengan seleranya. 

"Sering makan di sini, makanan favorit sih baso," ujarnya. 

Menurutnya, Street Food Valkenet Malabar cukup bersih dan nyaman. Sehingga pengunjung bisa lebih menikmati makanan ditambah suasanya taman yang asri. 

"Lebih bersih, rapi dan, nyaman. Kalau bisa lebih diperbanyak tempat makannya," ujarnya. 

Senada dengan Grani, pengunjung lainnya Nida pun mengakui jika kuliner di kawasan tersebut cukup beragam.

"Saya sering makan di sini. Nyaman dan harganya terjangkau," tegasnya. 

Sementara itu, Pedagang Bebek Kawasan Kuliner Malaber, Nuraeni Fitriani mengungkapkan, usai kawasan tersebut ditata menjadi lebih nyaman. Hal iti berdampak positif terhadap pendapatan para pedagang. 

"Sekarang lebih bagus juga nyaman. Alhamdulillah sehari bisa menjual 30-40 porsi," ujarnya. 

Nuraeni berharap bisa lebih ramai pengunjung di kawasan tersebut. 

"Lebih maju banyak pengunjung juga, disini fasilitasnya sudah cukup, buat cas handphone ada. Lumayan lengkap, "tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Forum PKL Juara, Jeffry H. Mantik mengatakan, di kawasan tersebut di dominasi makanan berat. 

"Kita menyediakan kebanyakan itu makanan berat, seperti ayam penyet, empat gentong, sate dan soto. Minuman ada juga jus dan kelapa muda," ungkapnya. 

Jeffry mengatakan, dalam waktu dekat ini akan menghadapi bulan ramadan. Rencana awal minggu itu libur dan di antara minggu ke-2 atau ke-3 buka mulai siang hingga menjelang buka puasa. 

"Bulan puasa itu buka, kita ambil setengah hari. Karena untuk menghargai yang berpuasa," katanya. 

Tiga Agenda Utama yang Disepakati di Rakernas SMSI

JAKARTA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar di Candi Bentar 6, Putri Duyung, Ancol, Senin (19/2) malam, menyepakati 3 agenda utama.

Pertama, membentuk tim penyempurnaan AD ART, kedua menetapkan iuran bagi anggota dan ketiga mempertahankan siberindo.id sebagai ikon SMSI.

" Ketiga hal ini menjadi penting demi kelangsungan organisasi kedepan," kata Ketua Umum SMSI Firdaus.

Rakernas yang dihadiri ratusan anggota perwakilan SMSI dari seluruh Indonesia ini merupakan rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 78 di Ancol, Jakarta pada 16 hingga 20 Februari 2024.

Firdaus meminta agar keputusan rakernas yang sudah disepakati bersama dapat dijalankan sehingga organisasi kedepan dapat menjadi lebih baik lagi.

"Organisasi itu dapat jalan ketika mendapat dukungan dari seluruh anggota," ujarnya.

Pada bagian lain dalam sambutannya, Firdaus juga menyinggung soal isu terkait disahkannya Perpres tentang Publisher Right yang dapat mengancam keberlangsungan bisnis 2.000 perusahaan anggota SMSI.
" Oleh karena itu, forum rapat kerja nasional SMSI mengajukan dua hal yakni membuat perpres baru atau memperbarui UU IT dengan menerbitkan perpu UU kedaulatan digital," tegas Firdaus.

Sebab, kata Firdaus, publisher right nantinya dapat menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis media start up.

Karena itu, sambungnya, UU kedaulatan digital menjadi penting dalam melindungi kepentingan media start up dan memastikan keberlangsungan mereka dalam menghadapi tantangan dari regulasi seperti Perpres Publisher Right.


" Atau dengan menerbitkan perpu sebagai penggantinya, pemerintah dapat menciptakan regulasi yang lebih relevan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat," kata Firdaus.

Sementara itu, ketua SMSI Jawa Barat Hardiyansyah mengatakan, jika nantinya publisher right tetap diberlakukan tentu saja harus ada upaya untuk menjaga keberlangsungan bisnis media di jabar agar tetap hidup.

" Kita akan cari langkah dan upaya agar bisnis media di jabar dapat tetap terus berjalan," katanya singkat.

Saat ditanya seputar kegiatan Rakernas yang masuk dalam agenda HPN, pria yang akrab disapan Andhy ini mengaku senang karna SMSI menjadi bagian penting dalam Rakernas

" Ini baru kali pertama, kegiatan SMSI masuk kedalam agenda HPN. Terima kasih kepada semua sponsor termasuk bank bjb yang telah mensupport kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses, " tutupnya.