Kamis, 11 Maret 2021

Satu Komplek di Antapani Berbagi Beras untuk Satu Kecamatan

BANDUNG - Gotong royong warga kembali terbukti masih bersemi di Kota Bandung. Di sebuah komplek di kawasan Antapani, para penghuninya sengaja menyisihkan rezeki untuk memberikan bantuan berupa paket beras untuk satu kecamatan.

Bukan hanya sekali dua kali, namun warga di komplek tersebut rutin membagikan beras setiap bulannya selama pandemic Covid-19 menerpa dalam kurun waktu hampir satu tahun terakhir ini. Gotong royong warga ini kemudian dinamai program Gerakan Berbagi Beras (Gebber).

"Kebetulan ada dari RW 11 di komplek Mitra Dago Kelurahan Antapani Wetan dan memang di situ memang menengah ke atas," ucap Camat Antapani, Rahmawati Mulia saat sitemui Selasa, 9 Maret 2021.

Rahmawati menuturkan, pihak kecamatan dipercaya untuk menyalurkan bantuan dari warga Mitra Dago ini. Setiap bulannya, sumbangan yang dititipkan kepada kecamatan totalnya mencapai 2 ton.

Mulanya, Rahmawati menyalurkan kepada warga yang terdampak Covid-19 dan diprioritaskan bagi yang sama sekali belum tersentuh oleh program bantuan pemerintah. Namun, terus berkembang hingga mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

"Kemudian saya kasih panti asuhan, rumah singgah, dan ada di RW 1 ada sekolah lansia ada program memberi makan lansia setiap Jumat itu kita suplai berasnya. Perbulan itu kita dapat bantuan 400 pak berisi 5 kg per pak," terangnya.

Rahmawati kini semakin bersemangat untuk menyuntikan motivasi bagi RW atau wilayah lain untuk melakukan hal serupa. Mengingat di Kecamatan Antapani didominasi oleh komplek perumahan.

Dari empat kelurahan yang masuk ke wilayah Kecamatan Antapani, total keseluruhan terdapat 62 RW. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 10-15 RW yang terdata memiliki warga kurang mampu.

Sisanya didominasi oleh komplek perumahan dan sebagianya dari kalangan sosial menengah keatas.

"Saya memotivasi RW lain untuk bisa seperti ini. Walaupun ada yang hanya cukup untuk RWnya sendiri tidak apa apa, yang penting sudah tumbuh kepedulian dari mereka untuk warga sekitar," ungkapnya.

Bermula Dari Sumbangan Individu

Sementara itu, Lurah Antapani Wetan, Raden Iman Nurdiansyah menuturkan, ikhwal Gebber ini bermula dari salah seorang warga di Komplek Mitra Dago yang memberikan sumbangan secara personal. Donatur ini sengaja menghubungi kelurahan untuk membantu warga yang terdampak pandemic Covid-19.

Meski sempat kaget karena jumlah yang disumbangkan sangat besar, akhirnya Iman pun tetap menerimanya lantaran sudah mendata cukup banyakl warga terdampak di Antapani Wetan.

"Awalnya ada penyumbang salah seorang donatur di awal pandemi, mau sumbang beras katanya 4 ton dan sama 400 dus mie instan," kata Iman.

Dengan jumlah tersebut, Iman lantas membuat laporan pertanggungjawaban yang komplit, sekaligus berkoordinasi bersama pihak kecamatan. Rupanya kabar sumbangan individu tersebut malah menggerakan kepedulian semua warga komplek.

"Kemudian sampai sekarang  jadinya terpacu akhirnya membuat Gebber. Alhamdulillah bisa mencakup tidak hanya warga sekitar aja tapi bisa dibagi ke wilayah lain," katanya.(asp)**

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :