Minggu, 20 Desember 2020

Peringati Hari Bela Negara, Yana Ajak Warga Bersatu Lawan Covid-19

BANDUNG - Dengan menguatkan kolaborasi dalam menghadapi Covid-19. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai peringatan Bela Negara ke-72 yang jatuh tepat pada 19 desember 2020 ini, 

Yana menegaskan situasi kekinian masyakat Indonesia bukanlah berperang fisik melawan penjajah. Namun tengah berjibaku menghadapi pandemi Covid-19 yang di Kota Bandung ini sudah memasuki level kewaspadaan zona merah dengan risiko tinggi.

"Bela negara itu bukan melulu dengan senjata seperti zaman dulu, karena tantangannya berbeda. Tapi semangatnya sama, yaitu masih semangat persatuan dan gotong royong. Jadi mudah-mudahan dengan semangat bela negara hari ini kita bersama-sama menghadapi covid-19," ucap Yana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Sabtu, 19 Desember 2020.

Yana menuturkan, pandemi Covid-19 saat ini bukan hanya menjadi masalah kesehatan semata. Namun sudah melebar memberikan dampak ke sektor lainnya.

Untuk menuntaskan dampak dari pandemi inilah Yana menegaskan, sikap bela negara sangat diperlukan. Yakni dengan bahu membahu saling mengulurkan tangan untuk membantu sesama warga.

"Pandemi punya dampak tidak hanya secara ekonomi, termasuk sosial dan keamanan juga stabilitas negara bisa terganggu. Makanya dengan semangat bela negara ini Insyaallah bisa selesai," tegasnya.

Yana juga mengapresisasi seluruh elemen masyarakat yang selama 9 bulan terakhir ini telah bersama-sama Pemerintah Kota Bandung menghadapi Covid-19.

"Saya ucapkan terima kasih seluruh komponen di Kota Bandung yang selama ini bersama-sama menghadapi Covid-19," ungkapnya.

Selain pandemi Covid-19, Yana mengatakan, tantangan berat dewasa ini yakni berkenaan dengan masalah informasi. Semangat bela negara juga diperlukan dalam rangka memberikan kebenaran informasi guna menangkap hoaks.

"Bela negara dilakukan termasuk menyosialisasikan hal yang baik dan benar. Hoaks ini bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, makanya ditanggulangi dengan sosialisasi yang baik dan benar. Ini salah satu bela negara memerangi hoaks," katanya.

**

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :