Jumat, 04 Desember 2020

Fly Over Supratman Diujicobakan Pekan Depan

BANDUNG - Jembatan layang atau fly over Supratman akan diujicobakan penggunaannya pada 7-8 Desember mendatang.

Pada Senin 7 Desember, uji coba untuk satu arah. Ujicoba dilaksanakan pada pukul 06.00-09.00 WIB dan pada pukul 15.00-19.00 WIB.

Sedangkan pada Selasa 8 Desember 2020, uji coba untuk dua arah. Uji coba dilakukan juga pada pukul 06.00-09.00 WIB dan pada pukul 15.00-19.00 WIB.

Menurut Wakasatlantas Polrestabes Bandung AKP Galih Raditya di Balai Kota Bandung, Jumat 4 November 2020, muncul dua opsi penggunaan jalur fly over.

Oleh karenanya, Polrestabes Bandung bersama Pemkot Bandung mengujicobakan dua opsi tersebut.

"Muncul dua opsi apakah jalur flyover itu akan kita berlakukan dua arah atau satu arah. Kita lakukan ujicoba dulu. Baru nanti akan kita pilih mana yang terbaik untuk masyarakat Kota Bandung," jelas Galih.

"Kita akan hitung dulu beban arus dan jumlah kendaraan dan kecepatan yang melintas. Sehingga nanti dengan adanya flyover ini dapat membantu aktivitas masyarakat Kota Bandung dan mengurangi beban jalan yang lain," imbuhnya.

Kendati demikian, Galih mengaku belum bisa memastikan kapan warga Kota Bandung bisa menanfaatkan fly over tersebut secara resmi.

Sedangkan Pimpinan Proyek Fly Over Jalan Jakarta, Khairul Rizal menyatakan, pada Jumat 4 Desember 2020 ia telah menurunkan tim untuk menyurvei persiapan uji coba penggunaan fly over. Survei meliputi traffic counting, kecepatan, interview atau wawancara terhadap masyarakat.

"Nanti hari pertama pelaksanaan dengan pola satu arah kami lakukan juga survei yang sama dan di titik yang sama. Begitu juga hari kedua pola dua arah," ungkapnya.

Sementara itu, Pengembang Proyek Fly Over Jalan Jakarta melalui Project Manager PT Amber Hasa Ranto Sandriaji mengatakan konstruksi bangunan hampir rampung 100 persen.

"Rambu-rambu dan lampu penerang jalan pun sudah terpasang. Secara kontruksi open traffic itu sudah layak," katanya.

Namun soal beban maksimal kendaraan, ia menyatakan jalan tersebut hanya dapat dilewati oleh kendaraan kecil atau minibus.

Targetnya, sebelum pergantian tahun, jembatan tersebut sudah diresmikan.

"Karena masayarakat sudah menunggu jembatan ini seharusnya setelah ujicoba bisa di open traffic. Tapi nanti kita menunggu hasil rapat pimpinan dulu," imbuhnya.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :