Selasa, 10 April 2018

Kekhawatiran Pilkada Jabar Rawan Konflik, Tidak Terbukti

Bandung, - Kekhawatiran terhadap Pilkada di Jawa Barat yang dinilai berbagai kalangan sebagai kawasan rawan konflik,  ternyata tidak terbukti. Masyarakat, paslon, dan pendukungnya mampu mengelola perbedaan dengan baik, sehingga suasana pilkada tetap kondusif. Demikian antara lain dikemukakan Komisioner KPU Jabar Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih di hadapan ratusan mahasiswa pada acara sosialisasi Pilgub Jabar yang dibungkus Electainment on Campus di Universitas Nusantara Jl. Sukarno-Hatta Bandung, Selasa (10/4).

Dikatakan Nina, di Jawa Barat nyaris tidak ada sentimen identitas atau ujaran kebencian. Berbeda dengan daerah lain, potensi konflik di Jawa Barat bisa diantisipasi semua pihak. "Terlebih lagi warga Jabar dikenal someah (ramah), sehingga setiap persoalan bisa diselesaikan dengan cara-cara yang baik pula," ungkapnya.
Menurut dia, para calonnya sama-sama baik, warganya juga baik, "Lalu apa yang harus dipertentangkan?" katanya setengah bertanya.

Pertanyaan Nina senada dengan pendapat Rektor Universitas Islam Nusantara yang menegaskan proses pilkada harus menyenangkan. "Sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka mahasiswa harus berpartisipasi, datang ke TPS dan.mencoblos. Ajak pula teman-teman dan keluarga menggunakan hak pilih dengan benar,"  ungkapnya. red/**

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :