5/13/2023

Ngobrol di Museum: Mengenal Bandung dan Lingkungannya

BANDUNG - Salah satu upaya untuk mengaktivasi Museum Sejarah Kota Bandung setelah pandemi Covid-19, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menggelar acara Ngobrol di Museum.

Kali ini, acara tersebut digelar di Museum Sejarah Kota Bandung Jalan Aceh, Jumat 12 Mei 2023. Tema Ngobrol di Museum kali ini yaitu "Mengenal Bandung & Lingkungannya".

Narasumber yang hadir pada kegiatan Ngobrol di Museum #2, yaitu Prof. Dr. R.P. Koesoemadinata (Gurubesar Emeritus Ilmu Geologi ITB) dan Pepep D.W., M.Sn. (Dosen ISBI/Yayasan Masyarakat Gunung Indonesia). Selama sesi diskusi, kegiatan ini juga dipandu oleh moderator, yaitu Oki Turatula N. W., M.Hum.

Kepala Bidang Kajian Budaya diwakilkan oleh Pokja Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Aceng Ismatuloh mengungkapkan bahwa selain untuk mengenalkan sejarah Kota Bandung, kegiatan ini juga bertujuan untuk aktivasi museum sejarah kota Bandung yang akan segera dibuka kembali untuk umum.

Pada diskusi tersebut, diawali dengan paparan dari Prof. Koesoemadinata yang mengungkapkan berbagai penemuan artefak-artefak di sekitar dataran tinggi Bandung. Salah satunya obsidian yang kini beberapa koleksinya disimpan di Museum Geologi Bandung. 

Selanjutnya giliran Pepep yang membahas tentang Bandung dan peradaban gunung.

Sekitar 50 peserta cukup antusias mengikuti acara ini. Terbukti saat tanya jawab, para peserta sangat antusias untuk menjawab dan memberikan tanggapan.

Ke depannya, kegiatan ini akan diselenggarakan secara rutin dengan berbagai tema menarik lainnya. Jadi, nantikan informasi selanjutnya mengenai kegiatan "Ngobrol di Museum" berikutnya melalui Instagram @disbudpar.bdg & @museumsejarahkotabandung.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :