Senin, 05 April 2021

Yana: Pemuda Harus Jaga Semangat Kesatuan dan Peratuan Sesuai Pancasila

BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta para pemuda sebagai pemilik masa depan bangsa dapat merawat wawasan kebangsaan serta semangat kesatuan dan persatuan dalam bingkai NKRI.

Salah satunya dengan merawat dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan otot, tetapi juga kecerdasan intelektual dan spiritual yang harus ditingkatkan.

"Terutama untuk membentuk generasi muda yang berkarakter dan dicirikan oleh sifat keterpercayaan, ketulusan, kejujuran, keberanian, dan ketegasan," Kata Yana, Senin 5 April 2021.

Yana mengungkapkan itu saat berbicara pada acara Kemah Pancasila Bagi Generasi Muda Kota Bandung di Lembah Cileunyi, Kabupaten Bandung yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung.

Yana mengapresiasi acara kemah pancasila dengan tema "Membangun Rasa Kebersamaan Dalam Mewujudkan Kebangsaan Yang Berlandaskan Pancasila". Ia menilai hal tersebut bisa menyegarkan kembali pentingnya pemahaman Pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara.

"Sesuai tema revitalisasi dan aktualisasi pancasila bagi generasi muda dan pelajar. Wawasan kebangsaan, serta semangat kesatuan dan persatuan harus terus digelorakan agar menjadi modal sosial untuk mengatasi tantangan kehidupan," katanya.

Menurut Yana, dasar negara ini bisa menyatukan etnis, budaya, asal-usul, dan agama yang berbeda dalam wadah NKRI, sekaligus menjadi kekuatan untim mendorong perubahan di berbagai bidang kehidupan.

"Namun seiring berjalannya waktu, pemahaman dan implementasi pancasila sebagai 'way of life' sempat mengalami pasang surut, bahkan diuji dengan radikalisme, maraknya hoax, konflik karena berbagai kepentingan," ucapnya.

"Kenyataan ini tentu saja merupakan tantangan, karena Pancasila identik dengan visi perjuangan untuk membangun peradaban yang tangguh," lanjutnya.

Yana berharap, sifat-sifat tersebut terus ditanamkan, diperbaharui, dan bahkan ditingkatkan oleh para pemuda agar menjadi bagian dari penguatan wawasan kebangsaan," lanjutnya.

"Oleh karena itu, saya berharap Kemah Pancasila ini bisa menambah wawasan para peserta berkenaan dengan pengamalan Pancasila sebagai ideologi negara. Serta banyak manfaat lainnya terutama bagi kepentingan NKRI," harap Yana.

Sementara itu Kepala Bagian Kesbangpol Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, kegiatan Kemah Pancasila ini dikuti oleh semua perwakilan generasi muda yang ada di Kota Bandung.

"Ada unsur generasi muda Ormas, Paskibra, Karang Taruna, LDII, kemudian yang lainnya, banyak sekali. Kurang lebih 100 peserta, intinya adalah agar mereka dapat menumbuhkan kembali merasa memiliki jiwa kebangsaan," katanya.

"Seperti apa itu Pancasila atau nilai-nilai keragaman dalam Pancasila, tidak hanya dalam slogan, dalam artian lima sila saja, tetapi apa itu 36 butir," ucapnya.

Bambang mengharapkan kegiatan ini bisa tumbuh perasaan saling memiliki atau gotong royong pada para peserta, terutama bagaimana menumbuhkan rasa memiliki terhadap jiwa kebangsaan.

"Bahwa kita lahir merupakan anugerah dari Allah SWT. Berada di negara dengan adanya Pancasila ada di dalam UUD 45, ini merupakan jiwa bangsa kita," ucapnya.

"Jadi setelah kegiatan ini, mereka harus bisa menyosialisasikan kegiatan tersebut di lingkungannya, kepada saudara, teman, terutama di dalam rumah tangga itu sendiri. Bagaimana rasa memiliki ini betul-betul bisa dituangkan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.

Bambang pun berpesan, agar generasi muda selalu menjaga persatuan dan kesatuan bahwa NKRI ini merupakan tempat naungan kita.

"Dengan jiwa Pancasila, insyaaallah apa pun yang kita cita-citakan akan terwujud. Mari kita isi dengan hal-hal yang positif. Generasi muda jangan sampai terlibat dengan narkoba, kenakalan berandal, radikalisme, atau yang lainnya," ucapnya.

"Manfaatkan kepemudaan ini untuk hal-hal yang lebih positif untuk menyongsong masa depan kita. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan menumbuhkan rasa memiliki jiwa kebangsaan terutama cinta kepada keluarga," tutur Bambang.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :