Minggu, 03 Januari 2021

Yana: Bandung Tidak Lockdown, Hanya Pembatasan

BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menegaskan Kota Bandung tidak menerapkan "lockdown" di malam tahun baru. Kota Bandung hanya melakukan pembatasan agar tidak terjadi kerumunan saat malam tahun baru.

Oleh karena itu, ada penyekatan di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Termasuk pemeriksaan pergerakan orang dan membubarkan kerumunan.

"Jadi memang pada tahun baru kali ini, kita di masa pandemi covid-19. Kita tidak ingin terjadinya kunjungan yang berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19," kata Yana saat menjadi Narasumber pada Live Talkshow di iNews Jabar dengan tema "Tidak Ada Pesta Tahun Baru" di Studio iNews Bandung.

"Kita pikir kalau sekarang terjadi kerumunan massa yang berpotensi menjadi klaster, maka dua pekan atau sebulan ke depan akan ada peningkatan kasus," imbuhnya.

Menurutnya, Surat Edaran dan Peraturan Wali Kota juga sudah didistribusikan ke kewilayahan, dinas dan instansi terkait. Mereka menyosialisasilannya agar masyarakat luas lebih mengetahuinya.

"Karena kita memberikan relaksasi pelonggaran di sektor ekonomi, wisata, dan yang lainnya. Lewat dinas terkait kita sampaikan ada batasan jam operasional, kuota pengunjung, agar dipatuhi oleh semua," ucapnya.

"Dengan menyekat jalan, mudah-mudahan mengurangi kerumunan. Ring satu di pusat kota, ring dua jalan akses masuk menuju pusat kota, dan ring tiga di perbatasan akses masuk Kota Bandung yang dibuat cek poin," katanya.

Menurut Yana, sesuai Surat Edaran Pemerintah Pusat dan Provinsi bahwa yang melakukan aktivitas pergerakan orang terutama kegiatan wisata, diberlakukan pengecekan hasil test rapid antigen.

"Dengan diminimalisasi seperti itu, risiko penyebaran covid-19 bisa berkurang. Tapi selama yang datang untuk kepentingan yang urgent itu bisa masuk. Karena yang wisatawan sudah ada imbauan jauh-jauh hari," katanya.

Yana mengimbau pada malam tahun baru ini, masyarakat Kota Bandung berintrospeksi atau bermuhasabah di rumah masing-masing untuk mendoakan pandemi cepat berakhir.

"Mudah-mudahan dengan doa dari kita semua pandemi ini bisa segera berakhir dan kehidupan kita pun dapat berjalan normal lagi," harapnya.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :