Jumat, 01 Januari 2021

Pengamanan Tahun Baru di Bandung, 1,998 Petugas Diterjunkan


BANDUNG -
Untuk mencegah terjadinya peningkatan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah meminta warga tak merayakan malam tahun baru. Warga diimbau untuk tetap berada di rumah dan tidak berkerumun.


Untuk itu juga, Pemkot Bandung bersama dengan TNI dan Polri menyiagakan 1.998 personel untuk mengamankan malam pergantian tahun baru. 


"Kita terjunkan di beberapa ruas titik seluruh Kota Bandung yang diduga akan menjadi potensi kerumunan," tegas Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.


Oded menegaskan hal itu saat Apel Kesiapan dalam Rangka Pengamanan Malam Tahun Baru 2021 di Wilayah Hukum Polrestabes, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa Kamis 31 Desember 2020. 


Oded mengungkapkan, sebanyak 1.998 personel tersebut terdiri dari 586 personel Polrestabes Bandung, 270 Personel BKO Polda Jabar, 170 personel unsur Kodim 0618/BS, 172 personel instansi terkait termasuk dari unsur Pemerintah Kota Bandung. 


"Apel ini dalam rangka siap siaga kita menghadapi malam tahu baru," kata Oded.


Dalam opersi gabungan kali ini, para personel bakal mengawasi sejumlah ruang publik. Di antaranya Alun-alun Bandung, kawasan Dago, fly over Pelangi, Pasoepati, Taman Tegalega, Gasibu dan lokasi lainnya. 


"Surat Edaran Wali Kota Bandung berisi larangan perayaan pesta tahun baru bisa menjadi pegangan dalam pelaksanaan pengamanan malam pergantian tahun," tuturnya. 


Oded memastikan, aparat gabungan bisa membubarkan segala bentuk perayaan pergantian tahun dengan bekal surat edaran tersebut. 


Dalam kesempatan tersebut juga, Oded kembali menghimbau kepada masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dengan diam di rumah. 


"Lakukan kegiatan yang bermanfaat bersama keluarga," pintanya.


Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, ada sejumlah ruas jalan yang ditutup untuk membatasi pergerakan warga.


"Pada pukul 18.00 WIB buka tutup jalan di beberapa ruas jalan yang sudah ditentukan. Mulai ring 1, ring 2 dan ring 3. Gunanya untuk menekan aktivitas masyarkat tidak berkerumun dengan situasi pandemi ini," kata Ulung.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :