12/02/2020

Yana : Semua Orang Miliki Kesempatan Kembangkan Potensi

BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung selalu berusaha mengembangkan potensi yang dimiliki warganya. Namun Pemkot Bandung sangat membutuhkan kontribusi dari masyarakat untuk mengembangkannya.

Oleh karenanya, Yana sangat mengapresiasi jika ada lembaga atau organisasi yang mau membantu mengembangkan potensi warga Kota Bandung. Termasuk kepada anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung.

Hal itu yang dilakukan Free and Safe Indonesia Foundation (Yayasan Bebas Selamat Indonesia) dalam membantu anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung agar dapat menyesuaikan diri kembali dengan kehidupan di luar LPKA.

"Tinggal mungkin dari Yayasan bisa membimbing dan kami dari Pemkot juga bisa membantu baik dengan pelatihan, penyuluhan dari Dinas terkait dengan memanfaatkan potensi yang ada," kata Yana.

Yana mengungkapkan hal itu saat audiensi dengan Yayasan Bebas Selamat Indonesia untuk Menyampaikan Visi, Misi dan Rencana Kegiatan yang Dilaksanakan di Kota Bandung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Bandung, Balai Kota Bandung, Rabu 2 Desember 2020.

Menurut Yana, salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu melalui olahraga. Voli dan futsal merupakan bahasa yang universal.

Para anak-anak binaan pun bisa juga melakukannya bersama-sama dengan orang-orang yang berbeda latar belakangnya.

"Harapannya orang-orang yang pernah di dalam itu kan ada yang minder, jadi memang harus bertransisi. Mudah-mudahan di olahraga mereka bisa menemukan jalan terbaik untuk masa depannya," katanya.

Perlu diketahui, Yayasan Bebas Selamat Indonesia didirikan oleh Jorge dan Caron Marquez pada Juni 2018. Yayasan ini membantu orang dewasa muda yang telah bebas dari penjara, dengan membangun rumah transisi.

Hal itu agar anak-anak mendapatkan bantuan dan sumber daya yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar penjara.

Selain itu, Yayasan ini membantu mereka menemukan pekerjaan dan menyelesaikan studi mereka.

Anak-anak pun dapat belajar nilai-nilai kehidupan positif dan berpartisipasi dalam kelas keterampilan hidup. Salah satunya dengan olahraga, yakni futsal dan voli.

Pendiri Yayasan Bebas Selamat Indonesia, Jorge Marquez bertujuan ingin membantu para anak-anak binaan agar dapat melakukan proses transisi dari dalam ke luar penjara.

"Kami membuat rumah transisi sebagai ruang untuk mereka belajar, seperti bahasa inggris dan komputer. Dan pendidikan mereka pun kami tuntut agar bisa lulus SMA/SMK. Di dalam LPKA kami membantu motivasi mereka dengan olahraga," katanya.

Yayasan Bebas dan Selamat Indonesia pun memiliki rencana untuk membuat turnamen futsal yang diikuti oleh anak-anak binaan dan siswa sekolah. Lewat turnamen itu mereka bisa saling membagikan pengalaman agar menjadi motivasi dan meningkatkan kesadaran.

"Mungkin karena sekarang masih pandemi covid-19 jadi agak susah melaksanakannya. Keinginan kami agar anak-anak yang di luar penjara memiliki kesadaran agar tidak melakukan sesuatu yang bisa membuatnya masuk penjara, dan yang dari dalam memiliki motivasi bisa berbaur kembali di luar," katanya.

"Dengan kedatangan ini pun kami harap Pemkot bisa membantu Yayasan dalam bentuk dukungan atau memberikan rekomendasi ke perusahaan yang punya program CSR untuk membantu anak-anak binaan yang menjalani transisi ke kehidupan normal bersama masyarakat," ucap Jorge.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Eddy Marwoto menilai kegiatan yang dilakukan Yayasan Bebas Selamat Indonesia juga ada kaitan dengan Dispora, sehingga ke depan ada beberapa hal yang bisa disinergikan.

"Kita ada pembinaan-pembinaan yang masuk kategori pemuda. Ada semacam pelatihan, pembinaan, penyuluhan atau edukasi yang sifatnya menciptakan para pemuda memiliki skill, smart, dan mandiri," katanya.

"Dari faktor infrastruktur, ada juga beberapa sarana olahraga yang bisa disinergikan. Kita pun pernah bekerja sama dengan LPKA dalam Liga Pendidikan Indonesia yang diikuti anak-anak binaan juga. Tinggal nanti dengan jaringan yang ada, mana-mana saja yang bisa dikerjasamakan," lanjutnya.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :