Selasa, 16 Juni 2020

Pemot Minta Tiga Tempat Wisata di Kota BAndung Perketat Protokol Kesehatan

Bandung, - Dibuka kembali, tiga tempat wisata di kota Bandung diminta memperketat protokol kesehatan. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Yana Mulyana saat memantau kesiapan tiga tempat wisata hendak beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional pada 13-26 Juni. Ketiganya yakni Taman Lalu Lintas, Kebun Binatang Bandung dan Kolam Renang Karang Setra.

Yana menuturkan, pada masa PSBB proporsional tempat wisata terbuka atau 'outdor' sudah mulai bisa dibuka. Hanya saja, harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Karena dipredikai akan menerima pengunjung dalam jumlah banyak.

"Sudah mulai ada beberapa kegiatan yang dilonggarkan, terutama kegiatan-kegiatan yang potensi penyebaran Covid-19-nya rendah dan diutamakan yang outdoor. Tadi kita lihat di Taman Lalu Lintas, kebun binatang dan Karang Setra, mudah-mudahan itu mewakili beberapa tempat wisata," kata Yana usai meninjau kesiapan di kolam renang Karang Setra, Senin (15/6/2020).

Secara keseluruhan Yana melihat ketiga tempat itu sudah mulai memahami perihal standarisasi protokol kesehatan. Semisal penyediaan tempat cuci tangaan dan handsanitizer, mengatur tempat duduk, dan arena bermain agar berjarak dan menempatkan papan informasi mengenai Covid-19.

Hanya saja, Yana melihat masih ada sarana dan prasarana yang belum siap. Sehingga pengelola harus menambah beberapa komponen. Termasuk menyesuaikan dengan kapasitas 30 persen sesuai ketentuan level kewaspadaan di Kota Bandung.

"Standar yang paling penting itu seperti tempat cuci tangan, antrean juga physical distanding, termasuk tadi misalkan ada pengunjung 37.5 (derajat) harus disiapkan sarana isolasi dulu. Apakah bisa turun atau tidak, kalau tetep demam tidak boleh masuk kecuali kalau kecapean nanti pulih lagi ya boleh masuk," paparnya.

Selama pemantauan, Yana juga berdiskusi dengan pengelola tempat wisata perihal sejumlah rekomendasi untuk melengkapi protokol kesehatan. Apabila telah dipenuhi, nantinya tempat tersebut akan ditinjau ulang oleh tim gugus tugas Covid-19 Kota Bandung.

Setelah standarisasi protokol kesehatan terpenuhi, pengelola juga harus menyelenggarakan simulasi terlebih dahulu. Kemudian, mengajukan administrasi perihal komitmen kesiapan menjaga standarisasi tersebut kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang juga dipantau oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Jadi tergantung kesiapan pengelola pariwisata ini. Setelah dinas menyatakan siap dan layak, mereka membuat surat pernyataan bahwa akan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari penularan," bebernya.

Lebih lanjut Yana menyatakan apabila telah layak dibuka, maka operasional tempat wisata tetap dilakukan bertahap. Yakni, hanya unsur rekreasi utamanya saja yang bisa mulai dinikmati oleh pengunjung.

"Jika ada wahana seperti di Taman Lalu Lintas itu setelah selesai digunakan harus langsung dibersihkan disinfektan. Walaupun rata-rata wahana itu sebenarnya jangan dulu, termasuk kantin, itu tahapan berikutnya," ungkapnya.

Yana meminta pengelola tempat pariwisata tak menganggap sepela perihal standarisasi protokol kesehatan. Karena Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung setiap harinya akan terus memantau dan mengevaluasi.

"Ketika nanti ada standar yang tidak dilakukan, maka ditutup kembali," katanya.

Red

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :