Selasa, 09 April 2019

Pedagang Pasar Leuwipanjang Kampanyekan Kang Pisman

Bandung, - Program Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) bukan hanya didukung oleh perusahaan ritel dan pasar moderen saja. Namun, ternyata para pedagang di pasar tradisional pun sangat antusias untuk menggalakan gerakan pengelolaan sampah yang digagas oleh pemerintahan Oded M. Danial beserta Yana Mulyana tersebut.

Seperti yang dituturkan oleh Leni Kartini, salah seorang pedagang beras di Pasar Leuwipanjang. Menurutnya, gerakan Kang Pisman harus terus dikampanyekan secara berkala. Karena masalah sampah sudah sangat mengkhawatirkan.

Untuk itu, Leni selalu cerewet untuk meminta para pembelinya agar membawa sendiri kantong belanja dari rumah. Tentunya hal itu dia iringi dengan sedikit edukasi perihal bahaya sampah yang salah satunya disumbang oleh kantong plastik.

"Bukannya pedit (pelit) plastik, tapi ikut program pemerintah aja biar sampah tidak banyak," kata Leni saat berbincang di kiosnya di Pasar Leuwipaanjang, Kecamatan Bojongloa Kidul, Senin (8/4/2019).

Leni mengungkapkan, bukan pekerjaan mudah untuk menyosialisasikan program Kang Pisman di Pasar Leuwipanjang. Sebab, para pembeli selalu mengandalkan kantong plastik yang dia sediakan untuk membungkus beras.

"Di sini Kang Pisman susah. Pasar tradisional susah menetapkannya, beda sama minimarket. Di sini malah ada yang minta didobel kantongnya juga," ujarnya.

Meski begitu, Leni tak lantas patah arang untuk mengedukasi tentang Kang Pisman kepada konsumennya. Walhasil, ada beberapa pelanggan yang sudah mengerti tidak mau menggunakan kantong plastik.

"Ada juga yang tidak mau pake kantong kresek. Ada pelanggan yang bawa kantong sendiri sudah bawa 'cenah'," ungkapnya.

Dengan sedikit keberhasilannya itu, Leni juga kian terpacu untuk terus menggelorakan semangat Kang Pisman. Setiap harinya, ibu satu anak ini tak hanya memikirkan laba dari usaha jualan beras semata, namun ingin ikut berperan untuk mengurangi sampah di Kota Bandung melalui kampanye program Kang Pisman.

"Sampah sekarang sudah berton-ton. Kita harus bisa kurangi," katanya.

Red

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :