Selasa, 02 Oktober 2018

Atasi Kemacetan, ini Program Pemkot kota Bandung

Bandung, - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memecahkan masalah transportasi khususnya kemacetan di Kota Bandung. Saat ini, Pemkot Bandung melalui Dinas Perhubungan tengah menggondok sejumlah rencana yang dapat mengatasai masalah kemacetan.

Sejumlah rencana tersebut di antaranya, peningkatan pelayanan angkutan umum massal, pembatasan lalu lintas dengan adanya aturan ganji-genap, dan peningkatan kapasitas jaringan jalan dan fasilitas pejalan kaki.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengakui, memang harus ada terobosan terbaru untuk mengurangi bahkan mengurai kemacetan di Kota Bandung.

"Menurut survei, 3 tahun ke depan, kita bakalan susah keluar rumah karena di depan rumah saja bakalan terjadi kemacetan. Hal tersebut harus kita antisipasi dengan inovasi nyata," ujar Yana saat rapat dengan Dinas Perhubungan di Balaikota Bandung, Senin (1/10/2018).

"Ini pertemuan kita yang ketiga. Saya mendukung secara penuh mengenai inovasi ini. Inovasi yang akan membuat Kota Bandung lebih baik," lanjutnya.

Namun Yana mengingatkan Dinas Perhubungan untuk lebih memperhatikan infrastruktur terlebih dahulu sebelum mensosialisasikan program ini kepada masyarakat.

"Sebelumnya, harus ada perhatian mengenai infrastruktur. Perhatian kenyamanan penyandang disabilitas, busnya juga harus kekinian biar menarik dan tentunya harus memudahkan masyarakat sehingga pindah ke model transportasi publik," bebernya.

Menurut data Dinas Perhubungan Kota Bandung, saat ini kendaraan roda dua di Kota Bandung sebanyak 1.251.080 unit. Sedangkan roda empat berjumlah 536.973 unit. Jumlah ini meningkat 11% per tahunnya dengan didominasi kendaraan pribadi sebanyak 98% dan kendaraan umum 2%.

Kepala Dinas Perhubungan, Kota Bandung Didi Ruswandi menjelaskan, pihaknya tengah merancang sejumlah program untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Salah satunya, rekayasa di beberapa ruas jalan.

"Rencananya akan ada rekayasa lalu lintas di jalan Natuna dan jalan Abdurahman Saleh yang dekat rel (kereta api). Di situ banyak sendatan, dan akan kita urai. Kita akan ujicobakan di jalan Natuna dengan alur satu arah. Jadi pengendara hanya bisa melintas dari jalan Sunda ke Natuna, tidak untuk sebaliknya," ucap Didi.

Begitu juga dengan Jalan Abdul Rahman Saleh akan direkayasa dan tata ulang taman yang ada di "traffic light" untuk memperlancar lalu lintas sekitar.

"Jalan Abdul Rahman Saleh juga akan ada uji coba rekayasa. Menurut pak wakil (Yana Mulyana) harus ada penataan ulang untuk menghindari pelanggaran yang mengakibatkan kemacetan," imbuhnya.

Sedangkan untuk aturan Ganjil-Genap, kata Didi, rencananya akan dilakukan uji coba dari jalan Supratman menuju Asia-Afrika dan berujung di jalan Oto Iskandar Dinata.

"Selain rekayasa akan dilakukan juga aturan Ganji-Genap. Tetapi kita uji coba dulu. Kita kaji dan sosialisasi dulu. Kita belum memberikan sanksi atau tilang," jelasnya.Red

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :