Selasa, 17 Juli 2018

Kebakaran Gedebage, Oded Minta PT Ginanjar Bertanggung Jawab

Bandung,Kilasmedia - Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meninjau lokasi pasar Gedebage yang terbakar, Selasa (17/7/2018). Oded ingin memastikan pemilik pasar, PT. Ginanjar bertanggung jawab atas peristiwa kebakaran pada Minggu (15/7/2018) lalu.

"Saya ingin tahu persis bagaimana cara PT. Ginanjar menyelesaikan masalah ini. Karena mereka telah menjualnya ke para pedagang, dan saya harapkan jangan sampai menzalimi pedagang," ujar Oded saat meninjau lokasi kebakaran.

Saat peninjauan tersebut, pihak PT. Ginanjar tidak ada di lokasi.

"Karena mereka belum datang, insya Allah saya akan panggil mereka," tegas Oded.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung belum memberi tenggat waktu kepada PT. Ginanjar untuk pemulihan.

"Saya belum bisa menentukan deadline. Terpenting saya menginginkan para pedagang pulih kembali," tegas Oded.

Untuk sementara Pemkot Bandung dan PD Pasar Bermartabat menyiapkan tempat bagi para pedagang terdampak kebakaran.

"PD Pasar pun sudah menyediakan lahan untuk pedagang di los eceran," ungkap Oded.

Pada kesempatannya Oded mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati untuk masalah instalasi listrik. Karena hal itu sering menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

"Imbauan saya bukan hanya lingkungan pasar, tapi seperti di pemukiman juga harus lebih memperhatikan  instalasi listrik," ujar Oded.

Sementara itu, para pedagang terdampak kebakaran berharap bisa segera berniaga seperti sedia kala. Oleh karenanya, para pedagang berharap pasar segera dibangun kembali.

"Saya ingin dibangun lagi. Jangan pindah dari sini. Apapun caranya saya ingin tetap di sini lagi. Soalnya pelanggan sudah tahu di sini," ujar Ade Nasito, pedagang pisang yang menjadi korban kebakaran.

Akibat kebakaran lalu, Ade mengaku mengalami kerugian hingga Rp100 juta. Red

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :