Jumat, 16 Februari 2018

Yossi-Aries: Isi Sara Dalam Pilkada Harus Dihindari

Bandung, - Yossi-Aries memiliki komitmen kuat untuk menghindari isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA) dalam pertarungan memperebutkan kursi pimpinan daerah Kota Bandung.

Komitmen tersebut tidak hanya bagi pasangan nomor urut 2 ini melainkan sudah menjadi suara bersama termasuk tim pemenangan dan pendukung hingga tingkat bawah.

Pasangan dengan latar belakang birokrat dan legislatif itu berpandangan bahwa Pilkada Serentak di Kota Bandung haruslah mengusung prinsip perdamaian dan saling menghargai perbedaan satu sama lain.

"Kalau di internal sudah menjadi komitmen, komitmen kita Yossi-Aries untuk menghadirkan suasana Pilkada ini sebagai pesta rakyat," ungkap Aries saat ditemui di Posko Pemenangannya di Jalan Braga Nomor 3 Kota Bandung.

Tidak heran kalau kemudian Yossi-Aries mengusung tagline "Membangun Bandung yang Berkeadilan dalam Semangat Gotong Royong". Hal ini akan akan menjadi ruh selama kampanye agar melibatkan semua pihak dengan damai.

Gotong royong, yang sudah menjadi nilai yang dianut oleh masyarakat Indonesia sejak lama, diakui Aries memang sudah seharusnya kembali digalakkan dalam membangun Kota Bandung. Tanpa memandang dari suku mana, agama mana, ras mana, maupun antar golongan mana.

Ke depan, jika ditakdirkan memimpin Bandung, Aries mengaku akan meneruskan konsep gotong royong ini. Menurutnya, semua pihak harus memegang teguh kosep "dari kita, oleh kita, untuk kita."

"Bandung itu kan harus dimiliki semua, dari kita, oleh kita dan untuk kita, jadi masyarakat Bandung tanpa dilihat dari suku, ras dan agama, itu harus memiliki kota Bandung, dan mereka juga harus bergotong royong membangun Bandung, dan manfaatnya juga untuk warga Bandung kembali," tegasnya.


Red

 


kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :