Minggu, 20 Agustus 2017

Ridwan Kamil: Kredit Mesra Untuk Akhlak Mulia dan Sejahtera

BANDUNG, - Menjalankan syariat Islam bukan hanya sebatas ibadah, tetapi juga seluruh aspek kehidupan. Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil saat membuka Majlis Taklim Pendopo yang rutin dilaksanakan di Pendopo Kota Bandung, Minggu (20/8/2017).

Ia mengatakan, masjid sebagai tempat ibadah umat Muslim selayaknya tidak hanya digunakan untuk kegiatan spiritual saja. Masjid juga harus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Bandung melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Bandung akan segera meluncurkan Kredit Mesra (Mesjid Sejahtera) yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia. Kredit tersebut akan disalurkan melalui koperasi-koperasi masjid di seluruh Kota Bandung.

"Program ini terinspirasi dari Rasul, di mana masjid dijadikan sebagai tempat kebangkitan umat dalam sosial dan ekonomi," tutur Ridwan.

Pada pelaksanaannya, kredit ini hanya akan diberikan kepada warga jamaah masjid dengan persetujuan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Hal ini dilakukan untuk mendorong agar warga semakin giat pergi ke masjid.

"Syaratnya hanya satu, yakni harus mau berusaha," ujar Ridwan. Ia melanjutkan, "Si warga harus mau berusaha. Boleh tidak punya apa-apa, tapi minimal punya harga diri supaya naik kelas dengan cara melakukan ikhtiar."

Secara administratif, jamaah yang bisa mengajukan kredit usaha adalah mereka yang terdaftar di koperasi masjid. Jika warga telah mendapatkan kredit, ia akan dibina oleh koperasi dan DKM dalam memanfaatkan dananya agar usahanya maju dan akhlaknya mulia.

"Yang kita ingin bangun tidak hanya ekonominya, tidak hanya diberi kredit, tapi juga dibina akhlaknya," tuturnya.

Ia berharap dengan inovasi ini, Muslim di Kota Bandung bisa lebih mandiri secara ekonomi dan juga baik secara akhlak.

"Jika program ini sukses, warga kita tidak hanya soleh dan solehah tetapi juga sejahtera," pungkasnya. 

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :