Sabtu, 26 Agustus 2017

Karnaval Kemerdekaan, Bandung jadi Lautan Manusia

Bandung, - Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan  yang digelar di Bandung, Sabtu (26/8/2017) berlangsung spektakuler. Puluhan ribu warga memadati jalan-jalan yang dilalui rute karnaval.

Karnaval dinakhodai mobil hias yang dinaiki Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta istri Netty Ahmad Heryawan, dan Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil beserta istri Atalia Ridwan Kamil. Lalu disusul dengan berbagai kendaraan hias lainnya.

Mobil hias kepresidenan sendiri dibuat dengan nuansa tradisional Sunda dengan penambahan ornamen 99 buah 'seeng' yang diisi dengan 9 mata air di Jawa Barat. Seeng adalah peralatan memasak orang Sunda zaman dulu.

Berbagai suguhan yang menarik memanjakan mata warga Bandung yang hadir. Delegasi Jember Fashion Carnaval yang tampil dengan koleksi spektakulernya mencengangkan mata. Replika Candi Borobudur dalam bentuk kostum  banyak diperbincangkan.

Belum lagi kemeriahan delegasi Jawa Timur dengan musik gamelan yang menghentak-hentak. Ada pula rombongan tim marawis dari pesantren-pesantren di Bandung menambah semarak.

Tak hanya manusia, di Bandung hewan pun ikut berkarnaval. Pasukan kuda renggong dari Sumedang dan domba gagah dari Garut juga menjadi perhatian. Kuda-kuda tersebut dikendarai dan berjalan sesuai hentakan irama musik. Sementara itu, domba-domba dituntun oleh para pemiliknya.

Ada pula Iring-iringan pasukan Gorong-gorong dan Kebersihan (Gober) Kota Bandung dengan membawa replika piala Adipura raksasa. Piala tersebut dibawa dengan menggunakan triseda dari program PIPPK Kota Bandung.

Presiden Jokowi dengan pakaian serba ungu duduk bersama jajaran pemerintah kota Bandung dan provinsi Jawa Barat menyaksikan semua kemeriahan itu. Pada pukul 17.00, karnaval diakhiri dengan penampilan Pesona Nusantara yang dibawakan oleh para seniman di hadapan Presiden.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :