Minggu, 26 Februari 2017

Emil: Jadilah Orang Bermanfaat bagi Orang Lain

BANDUNG - Sebaik baiknya manusia ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana dirinya mempunyai nilai manfaat bagi orang lain. 

Rasullullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa'uhum linnas"  sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Hal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil saat memberikan tausiah, usai melaksanakan shalat subuh berjamaah, di Masjid Al Fitroh, jalan Cijerah Kecamatan Bandung Kulon Kelurahan Cijerah Kota Bandung, Minggu (26/2/2017). 

Lanjut Ridwan menyampaikan, hadist tersebut seakan akan mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauh mana derajat kemuliaan ahlak, maka ukurlah sejauh mana nilai manfaat diri. 

"Oleh karena itu, mulai dari sekarang berikan manfaat bagi orang lain. Contoh jadi pemimpin harus bermanfaat, seperti wali kota harus bermanfaat bagi warganya dengan program program yang bisa mensejahterakan,"tutur Ridwan. 

Lanjutnya, kita sebagai manusia ditakdirkan Allah sebagai pemimpin. Tugas dan fungsinya yaitu merangkul mendidik ke jalan yang lebih baik. 

"Nah menjadi pemimpin itu tidak harus jadi walikota atau presiden. Mengendalikan diri sendiri pun itu bagian dari pemimpin, karena diri sendiri yang mengaturnya. Maka sebagai manusia harus bisa mengendalikan diri agar jauh dari hal yang negatif,"jelas Ridwan. 

Salah satu mengendalikan diri yaitu bisa bangun pagi untuk shalat subuh. Itu bagian dasar manusia yang diuji olah Allah agar bisa menyembahNya. 

"Bangun pagi jam 4 memang sulit. Allah menguji kita dengan hal seperti itu. Maka ingat dalam Adzan Shubuh "Ashalatu Khoirru Minannau" artinya lebih baik shalat daripada tidur. 

"Nah ayat tersebut sudah jelas, bahwa Allag mengingatkan kepada umatnya agar menyembah dari pada tidur,"ujarnya. 

Ridwan berharap dengan gerakan shalat subuh berjamaah, warga cijerah semakin semangat untuk beribadah. 

"Jangan cuman pas ada pak wali saja semangatnya. Tapi niatkan karena Allah dan Ridhonya,"pungkas Ridwan. 

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :