Selasa, 25 Oktober 2016

Terkait Banjir di Pagarsih dan Pasteur, DBMP Kota Bandung Angkat Bicars

Bandung, - Selasa Sore hari kemarin banjir yang cukup besar menggenangi daerah pagarsih dan Pasteur kota Bandung. Dengan intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan volume air meningkat, dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) kota Bandung angkat bicara.

"Dengan kejadian tersebut, tentunya dari DBMP, sudah rutin sebenarnya mengadakan pembersihan, operasi dan pemeliharaan saluran sungai maupun drainase terutama di dearah yang rawan banjir," jelas Kepala Bidang Pelaksanaan DBMP Kota Bandung Lisa Suryalestari dalam kegiatan Bandung Menjawab di Ruang Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (25/10/2016).

Lanjut ia, kejaidan yang kemarin mungkin bisa ambil hikmahnya bahwa kondisi daerah hulu sungai kota bandung sudah berkurang resapannya,

"Hal ini disebabkan aliran air yang tadinya harus diresapkan makin ke bawah makin kurang, ternyata setelah diketahui aliran air mengalir begitu deras sehingga mengakibatkan luapan pada jalan khususnya di Pasteur," ujarnya.

Menurutnya dengan kondisi yang cukup parah kemarin di wilayah Pasteur, terdapat perubahan tata guna lahan,

"Memang seharusnya di darerah utara itu lebih banyak resapan hijaunnya. Nah pengalihan ini dengan diakibatkan seperti adanya pembangunan hotel dan perumahan," tutur Lisa.

Lanjut lisa, untuk banjir di daerah Pagarsih adanya penyempitan aliran sungai.

"Dengan jumlah penduduk yang cukup padat, ditambah lagi lahan aliran sungai yang sempit mengakibatkan bajir yang cukup parah," ujarnya.

Lisa menambahkan, dengan kejadian demikian, DBMP Kota Bandung akan mengkaji untuk menempatkan Tol Air atau mesin pompa.

"Alat ini digunakan di daerah yang rawan banjir, dengan kegunaan untuk menyedot air yang berada di wilayah rawan banjir lalu di buangnya ke sungai, dengan catatan pembuangan air tersebut harus aman dan tidak mengakibatkan luapan air yang besar,"jelasnya.

Dengan demikian, perlu dibutuhkan normalisasi  untuk mencegah terjadinya banjir  di kawasan tersebut.

"Selain normalisasi, upaya yang cukup baik untuk mencegah banjir yaitu peninggian tanggul dan pembuatan jembatan," pungkasnya.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :