3/08/2016

Emil Fokus Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan

Bandung, KM - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengutarakan rencana dan fokus pengembangan Kota Bandung perihal peningkatan ekonomi kerakyatan. 


Hal tersebut disampaikan usai memberi arahan pada Musrembang Kota Bandung Tahun 2016, Peningkatan kualitas sosial ekonomi kota Bandung yang cerdas dan berdaya saing melalui penguatan infrastruktur, daya beli dan pemberdayaan kewilayahan tahun 2017. 

 
"Khusus dua tahun di kepemimpinan saya, sesuai dengan yang digaungkan pemerintah pusat, kita berupaya dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan," Kata Ridwan. 



Lebih lanjut Ridwan menyampaikan, salah satu program unggulan Kota Bandung dalam hal ekonomi kerakyatan adalah program kredit melati yang pada tahun 2015 dikucurkan dana sebesar 18 milyar dan berhasil mencetak 7 ribu pengusaha mikro baru. 


Angka tersebut menurutnya, di tahun anggaran 2016 ini akan ditingkatkan lagi menjadi 100 milyar. 


"Itu adalah satu unggulan kita adalah kredit melati, kita akan tingkatkan ke 100 milyar, dengan 18 milyar saja 7000 orang sudah terbantu," jelasnya. 


Lebih lanjut Ridwan mengatakan, terkait masalah-masalah kota Bandung saat ini, tak serta merta karena warga Bandung sendiri. Menurutnya pembangunan yang pesat di Kota Bandung sebaiknya juga diikuti oleh daerah daerah sekitar Bandung agar tak terjadi ketimpangan. 


"Masalah di Bandung kan regional, kalau di Bandungnya melompat, tapi kota di sekitarnya tidak ikutan susah, maka saya titip ke provinsi, agar menyeimbangkan potensi pembangunan," imbuhnya.


Selain program kredit melati untuk ekonomi mikro, program unggulan lain yang menjadi unggulan dan dioptimalkan yaitu program di kewilayahan PIPPK. Menurutnya 50 lebih kewenangan Wali Kota, tahun lalu telah dilimpahkan kewilayahan. 

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :