Advertise Here

Rabu, September 30, 2026

57 Eks Karyawan Kebun Binatang Bandung Disiapkan Masuk Dunia Kerja, Pemkot Petakan Kompetensi


BANDUNG, Kilas Media –
Sebanyak 57 eks karyawan Kebun Binatang Bandung yang terdampak perubahan pengelolaan disiapkan untuk mendapatkan kesempatan kerja baru. Pemerintah Kota Bandung melakukan pemetaan kompetensi dan pengalaman kerja sebagai dasar menentukan peluang penempatan.

Dari total 121 eks karyawan Kebun Binatang Bandung, sebanyak 57 orang tercatat sebagai pekerja terdampak. Mereka telah mengikuti asesmen yang dilakukan Faunaland untuk mengetahui kompetensi dan pengalaman kerja masing-masing.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan hasil asesmen menjadi dasar dalam mencocokkan kompetensi para eks karyawan dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan perangkat daerah.

“ Hasil asesmen tersebut menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melihat peluang penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi masing-masing serta kebutuhan tenaga kerja yang tersedia,” ujar Yayan.

Kompetensi para eks karyawan cukup beragam, mulai dari perawatan satwa, operasional, sarana dan prasarana, pertamanan, nutrisi satwa, pelayanan tiket hingga administrasi.

Pemkot Bandung selanjutnya melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi para pekerja terdampak. Penempatan direncanakan menggunakan pola outsourcing maupun kontrak perorangan sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku.

Yayan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi agar proses penempatan dapat berjalan terarah dan memberikan kejelasan bagi para pekerja terdampak.

“Prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa para pekerja terdampak mendapatkan kejelasan mengenai peluang keberlanjutan kesempatan kerja. Hasil asesmen ini menjadi dasar untuk proses tindak lanjut,” katanya.

Erwin: Dari Paduan Suara, Pelajar Belajar Kompak dan Saling Menguatkan


BANDUNG, Kilas Media —
Sekitar 1.000 pelajar SMP mengikuti Lomba Paduan Suara dalam rangkaian World Coconut Day (WCD) III Tahun 2026 di Gedung RRI Bandung, Jalan Diponegoro, Rabu (30/9/2026).

Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang membuka kegiatan tersebut mengatakan lomba paduan suara bukan sekadar ajang menunjukkan kemampuan bernyanyi. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi pelajar belajar membangun kekompakan, keberanian, dan kemampuan menyatukan perbedaan.

Menurut Erwin, proses tersebut penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pelajar diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga mental yang kuat dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

"Anak-anak ini bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, tangguh secara sosial dan memiliki karakter yang baik. Yang penting berani dulu, berani tampil, berani kompak dan berani menyatukan perbedaan," ujar Erwin.

Ia menilai paduan suara menjadi contoh nyata pentingnya mengesampingkan ego pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Setiap peserta harus mampu menyesuaikan suara dan perannya agar menghasilkan harmoni.

"Kalau paduan suara, semua harus kompak, tidak ada yang boleh ego. Bagaimana kelompok ini bisa menjadi juara, tentu tidak mudah. Harus punya hati dan tujuan yang sama," katanya.

Erwin juga menyampaikan filosofi kelapa yang menjadi bagian dari konsep World Coconut Day. Menurutnya, kelapa tua maupun kelapa muda sama-sama memiliki manfaat. Filosofi tersebut dapat dimaknai sebagai pentingnya hubungan antargenerasi.

"Konsepnya adalah kelapa tua dan kelapa muda. Baik yang muda maupun yang tua semuanya berguna. Yang muda kalau ingin sukses harus banyak belajar kepada yang tua," tuturnya.

Ia berharap nilai tersebut dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan menghargai pengalaman generasi yang lebih tua dan terus mengembangkan potensi diri.

Selain itu, kegiatan World Coconut Day dinilai menjadi ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap tanah air, Jawa Barat, dan Kota Bandung melalui aktivitas kreatif dan positif.

Erwin juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penyelenggaraan kegiatan melalui semangat pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

"Ini suatu kebanggaan bagi saya. Kolaborasi ini tentunya menumbuhkan pembangunan, bukan hanya kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga semangat kerja sama dan gotong royong di

Jumat, Agustus 21, 2026

Farhan Minta Maaf soal Kemacetan BRT Bandung, Proyek Ditargetkan Rampung 2027

Pembangunan BRT (1).jpg

BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan akibat pengerjaan proyek **Bus Rapid Transit (BRT)**. Ia memastikan pembangunan transportasi massal tersebut terus dikawal hingga tuntas dan memberikan manfaat bagi warga.

Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung telah menerima berbagai laporan dan keluhan masyarakat terkait dampak pembangunan BRT, terutama kemacetan di sejumlah titik. Persoalan tersebut telah terdeteksi sejak pertengahan Agustus dan kini ditangani bersama pihak terkait.

“Saya dapat laporan tertulis. Keluhan-keluhan macet ini memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu. Ada berbagai alasan dari kontraktor, tetapi buat saya itu bukan alasan. Yang paling penting adalah bagaimana BRT ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi warga Bandung,” ujar Farhan saat ditemui seusai kegiatan Bandung Great Sale 2026 di Laswi Heritage, Jumat (21/8/2026).

Farhan mengakui persepsi masyarakat terhadap proyek BRT saat ini masih cenderung negatif. Karena itu, ia berkomitmen mengawal seluruh tahapan pembangunan agar sistem transportasi tersebut nantinya mampu meningkatkan kualitas transportasi publik di Kota Bandung.

“Sekarang terus terang, mohon maaf pisan, BRT ini masih dipersepsikan sangat negatif di mata warga Bandung. Untuk itu saya berkomitmen sebagai wali kota akan bekerja keras bersama-sama memastikan proses perencanaan, pembangunan, dan pemanfaatan BRT ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi seluruh warga Kota Bandung,” katanya.

Farhan menjelaskan, Dinas Perhubungan Kota Bandung tengah melakukan pembenahan di sejumlah titik, baik pada jalur trotoar maupun median jalan yang menjadi bagian dari koridor BRT.

Pekerjaan tersebut menjadi salah satu penyebab kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan. Meski demikian, Farhan memastikan pengerjaan dilakukan dengan cepat, rapi, dan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan.

“Saya mohon maaf sekali karena menimbulkan kemacetan, tetapi saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan,” tuturnya.

Menurut Farhan, pembangunan sistem BRT secara menyeluruh ditargetkan selesai pada 2027. Setelah konstruksi rampung, layanan BRT diharapkan dapat beroperasi penuh tanpa pekerjaan tambahan yang mengganggu lalu lintas.

Farhan menjelaskan, koridor utama BRT akan melintasi sejumlah kawasan strategis, mulai dari Alun-alun Bandung menuju Jalan Sudirman, Rajawali, kawasan Stasiun Bandung, Otista, Tegalega, hingga kembali ke pusat kota.

Koridor lainnya akan menghubungkan kawasan Alun-alun, Banceuy, Ahmad Yani, Kiaracondong, Jalan Jakarta, Simpang Lima, Asia Afrika, dan kembali ke Alun-alun Bandung.

Di sejumlah ruas tersebut nantinya akan diterapkan jalur khusus atau dedicated lane yang dilengkapi separator. Jalur tersebut ditujukan untuk memberikan prioritas bagi armada BRT.

Farhan juga mengajak masyarakat dan media massa ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan BRT. Setiap keluhan atau persoalan yang ditemukan dapat segera dilaporkan melalui layanan darurat 112 maupun media sosial pemerintah.

“Kalau ada kemacetan atau hal-hal yang tidak memuaskan, laporkan segera. Boleh ke 112, boleh melalui media sosial. Teman-teman wartawan juga silahkan mengawasi. Kami membutuhkan bantuan masyarakat untuk memastikan pembangunan BRT ini memberikan manfaat untuk semua orang,” katanya.

Lebih jauh, Farhan mengungkapkan pembangunan BRT merupakan bagian dari visi jangka panjang pengembangan transportasi massal di Kota Bandung.

Setelah sistem BRT berjalan optimal, Pemkot Bandung memiliki cita-cita mengembangkan moda transportasi berbasis rel ringan atau Light Rail Transit (LRT).

“Karena ada mimpi berikutnya, yaitu LRT. Tapi itu nanti. Yang sekarang kita fokus memastikan BRT berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.