Advertise Here

Kamis, Juli 23, 2026

Bandung Kembali Terapkan Jam Malam Pelajar untuk Cegah Kriminalitas

Kota BAndung perketat keamanan (1).jpg
BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung kembali menguatkan langkah pencegahan kenakalan remaja melalui penerapan jam malam bagi pelajar dan peningkatan peran keluarga serta sekolah dalam pengawasan anak.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk memberi cap negatif kepada pelajar, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar mereka tidak terlibat ataupun menjadi korban tindak kriminal.

Selain itu, pemerintah juga mengajak sekolah dan orang tua memperkuat pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Bandara Husein Beroperasi Lagi, Peluang Pariwisata dan Bisnis Bandung Meningkat

Reaktivasi Bandara Husein (1).jpg

BANDUNG– Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara pada Agustus 2026 diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Kembalinya layanan penerbangan diyakini akan meningkatkan mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan, serta aktivitas dunia usaha.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pengaktifan kembali Bandara Husein merupakan kabar baik bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

"Kami mendapat kabar gembira bahwa Bandara Husein diaktifkan kembali pada bulan Agustus. Ini akan memberikan implikasi terhadap meningkatnya pariwisata dan jumlah kunjungan ke Kota Bandung," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung terus melakukan berbagai pembenahan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang nyaman sejak pertama kali tiba di Kota Bandung.

Selain membangun Gerbang Husein dan mempercantik kawasan Pasteur, pemerintah juga akan meningkatkan kebersihan, kualitas ruang publik, serta infrastruktur kota. Menurut Dedi, pelayanan publik yang modern menjadi syarat penting agar Bandung mampu memaksimalkan manfaat ekonomi dari reaktivasi Bandara Husein.

Teras Cihampelas Akan Dibongkar, Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Kawasan

Teras Cihampelas (1).jpg

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkolaborasi dalam penataan ulang kawasan Teras Cihampelas. Langkah tersebut dilakukan setelah proses administrasi pengalihan aset dinyatakan selesai dan kini tinggal menunggu tahapan verifikasi dari sejumlah instansi terkait.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, dokumen administrasi pengalihan aset telah ditandatangani. Saat ini proses tersebut memasuki tahap verifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Dalam Negeri.

"Secara administrasi sudah selesai. Saya sudah menandatangani suratnya, sekarang tinggal proses administrasi antar badan aset dan verifikasi," kata Farhan di Terminal Leuwipanjang, Rabu (22/7/2026).

Menurut Farhan, pengalihan aset tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dalam melakukan revitalisasi kawasan Teras Cihampelas.

"Konsekuensinya adalah kolaborasi. Ini konsekuensi yang menyenangkan karena pemerintah kota dan pemerintah provinsi bisa bersama-sama melakukan penataan kawasan," ujarnya.

Sebagai langkah awal penataan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar Teras Cihampelas dibongkar terlebih dahulu. Usulan tersebut akan dijalankan sebagai bagian dari proses revitalisasi kawasan.

"Pak Gubernur tetap meminta kita untuk membongkar Teras Cihampelas. Ya, kita lakukan," ungkap Farhan.

Ia menjelaskan, konsep penataan yang sedang disusun masih dalam pembahasan. Namun, salah satu fokus utama adalah mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik yang nyaman bagi pejalan kaki dengan menghadirkan kembali suasana rindang di bawah pepohonan.

"Yang pasti, pertama adalah membongkar Teras Cihampelas untuk mengembalikan kenyamanan berada di bawah pohon," katanya.

Selain meningkatkan kenyamanan pedestrian, pemerintah juga akan mengoptimalkan aktivitas ekonomi para pelaku usaha di sepanjang Jalan Cihampelas. Menurut Farhan, karakter kawasan diperkirakan akan mengikuti perkembangan tren wisata dan gaya hidup masyarakat.

Ia menilai Cihampelas ke depan tidak lagi hanya dikenal sebagai pusat penjualan jeans. Sebaliknya, sektor kuliner dan perhotelan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik baru kawasan tersebut.

Meski demikian, Farhan belum dapat memastikan kapan proses pembongkaran Teras Cihampelas akan dimulai. Jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Untuk kapan pembongkarannya dimulai, saya belum mendapat informasinya," tuturnya.