Minggu, Maret 08, 2026

Farhan Tegaskan BUMD Harus Jadi Teladan dalam Proyek Infrastruktur

BANDUNG — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta badan usaha milik daerah (BUMD) segera merapikan hasil pekerjaan galian utilitas di sejumlah titik di Kota Bandung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan.

Instruksi tersebut ditujukan kepada PT Bandung Infra Investama (PT BII) dan PDAM Tirtawening Kota Bandung. Keduanya diminta memastikan seluruh pekerjaan galian yang telah selesai, terutama yang berkaitan dengan jaringan air dan utilitas lainnya, segera dirapikan kembali.

Farhan menegaskan, setiap pekerjaan pembangunan di ruang publik harus tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat. Karena itu, penataan kembali area bekas galian menjadi hal penting agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi warga.

"Pemkot Bandung pada prinsipnya mendukung pembangunan infrastruktur. Namun setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan harus segera dirapikan kembali sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," kata Farhan, Minggu (8/3/2026).

Sementara itu, PT BII diketahui telah menyelesaikan pembangunan jaringan utilitas IPT di 13 ruas jalan pada 5 Maret 2026. Meski demikian, perusahaan tetap melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan, khususnya terkait perapian dan kebersihan lingkungan proyek.

Farhan menambahkan, sebagai bagian dari pemerintah daerah, BUMD harus menjadi contoh dalam menjalankan pekerjaan infrastruktur yang tertib dan profesional serta memperhatikan dampak terhadap masyarakat.

"BUMD kita harus menjadi teladan. Setiap pekerjaan yang dilakukan harus diselesaikan dengan baik, termasuk memastikan bekas galian dirapikan dan dikembalikan ke kondisi yang layak," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi guna meminimalkan potensi masalah di lapangan. Menurutnya, perencanaan dan pengawasan yang baik akan membuat pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan kenyamanan warga.

"Koordinasi itu penting supaya tidak menimbulkan masalah di lapangan. Dengan perencanaan dan pengawasan yang baik, pembangunan bisa berjalan lancar dan warga tetap nyaman," pungkasnya.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :