Kamis, Juni 04, 2026

Farhan Soroti SDM dan Keamanan Data sebagai Tantangan Implementasi AI di Bandung

BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), perlindungan data pribadi, serta kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara NGULIK (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi Data dan Statistik) yang digelar di Kota Bandung, Kamis (4/6/2026).

Menurut Farhan, perkembangan teknologi AI menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas tata kelola pemerintahan. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang harus diantisipasi sejak dini.

Salah satunya adalah kesiapan SDM. Ia menilai pemanfaatan AI membutuhkan kemampuan dan keterampilan yang memadai agar teknologi tersebut dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat maksimal.

Selain itu, Farhan juga menyoroti pentingnya aspek keamanan dan etika digital. Menurutnya, kemampuan AI dalam mengolah data harus diimbangi dengan perlindungan data pribadi yang kuat.

“Jangan sampai perlindungan data pribadi diabaikan sehingga data masyarakat bisa dikuasai, disimpan dan diolah dengan cara yang salah,” ujarnya.

Farhan juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, masyarakat, hingga pemerintah pusat untuk membangun ekosistem AI yang sehat dan berkelanjutan.

Meski teknologi berkembang semakin canggih, Farhan mengingatkan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan dalam aspek kemanusiaan.

“AI tidak bisa menggantikan rasa empati. Sentuhan kemanusiaan tetap menjadi hal yang sangat penting dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan dan terbuka terhadap inovasi demi mewujudkan transformasi digital yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Uploaded Image

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :