Rabu, Januari 21, 2026

Wali Kota Bandung Tegaskan Zero Defecation Tak Boleh Sekadar Status




BANDUNG
- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menerima kunjungan delegasi dari Kota Kawasaki, Jepang, sebagai bagian dari penguatan hubungan kota bersaudara sekaligus evaluasi kerja sama pengelolaan air limbah rumah tangga. 

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga capaian zero defecation di Kota Bandung agar tetap berkelanjutan.

"Hubungan kita sebagai dua kota bersaudara sudah terjalin sangat baik dan dirintis sejak 2023. Meski proyek tiga tahun ini akan berakhir pada April 2026, insyaallah kerja sama akan diperpanjang sebagai komitmen hubungan jangka panjang," kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu 21 Januari 2026.

Farhan menjelaskan, fokus utama kerja sama Bandung–Kawasaki adalah perbaikan dan tata kelola air limbah domestik. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi kerangka zero defecation berjalan konsisten di Kota Bandung. Meski Bandung telah dinilai berhasil mencapai status zero defecation, ia menekankan tantangan terbesar justru terletak pada keberlanjutan.

"Tanpa konsistensi dan pengembangan metode pengelolaan lingkungan yang baik, sangat sulit mempertahankan posisi zero defecation," ucapnya.

Farhan mengatakan, dari pihak Jepang, kontribusi utama yang diberikan adalah pelatihan dan teknologi. Mulai dari pengelolaan air limbah, sistem perpipaan, pengolahan limbah, hingga dampaknya terhadap kualitas air sungai. Selama tiga tahun terakhir, kerja sama ini tidak berfokus pada pembangunan fisik, melainkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia.

"Hal yang dilakukan selama tiga tahun ini adalah capacity building untuk pegawai PDAM, Dinas Lingkungan Hidup, DPKP, DSDABM, termasuk edukasi kepada anak-anak sekolah dan warga," jelasnya.

Menurutnya, hasil kerja sama tersebut mulai terlihat di lapangan. Salah satu indikatornya adalah menurunnya resistensi warga terhadap pembangunan septic tank dan biotank. Jika sebelumnya banyak penolakan, kini kesadaran masyarakat dinilai semakin meningkat.

"Sekarang resistensi itu makin rendah. Dulu septic tank di bantaran sungai bahkan dibuat menempel di pinggir sungai, sekarang itu sudah mulai dihapuskan karena berbahaya dan bisa terbawa arus. Sekarang harus ditanam dengan benar," ujarnya.

Farhan menegaskan target Pemkot Bandung ke depan adalah zero defecation yang seutuhnya dan berkelanjutan, bukan sekadar pencapaian administratif semata. Ia menilai, menjaga konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar meraih status.

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Air Minum dan Pengelolaan Air Limbah Kota Kawasaki, Shiratori Shigeyuki, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini tidak berhenti meski proyek resmi akan berakhir.

"Proyek ini memang berakhir tahun ini, tetapi kami berharap kerja sama antara Kawasaki dan Bandung dapat terus berlanjut ke depannya," ujar Shiratori. 

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :