Senin, Januari 19, 2026

Kewilayahan Kota Bandung Harus Optimal Kelola Sampah




BANDUNG
- Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mendorong seluruh unsur kewilayahan untuk kembali meningkatkan perannya dalam pengelolaan sampah. 

Iskandar menegaskan, penguatan peran kewilayahan sangat penting agar pengelolaan sampah berjalan sejalan dengan program prioritas Wali Kota Bandung. 

Salah satunya adalah program yang mendukung konsep Buruan Sae, yang menekankan pengelolaan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW. Oleh karena itu, ia meminta agar monitoring di tingkat kelurahan terus dilakukan secara konsisten.

"Monitoring harus berjalan terus agar seluruh program yang sudah dirancang bisa terlaksana secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya saat Apel Mulai Bekerja yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 19 Januari 2026.

Selain pengelolaan sampah, Iskandar juga menyampaikan rencana pelaksanaan evaluasi program Prakarsa yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut mencakup program 1 Kelurahan 1 RW, termasuk laporan pertanggungjawaban keuangannya.

Ia menjelaskan, rapat Prakarsa menjadi momentum penting untuk menilai efektivitas program, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan perbaikan agar pelaksanaan program ke depan dapat berjalan lebih baik dan akuntabel.

Iskandar menambahkan, pada tahun ini pelaksanaan program Prakarsa akan mulai diterapkan di seluruh RW di Kota Bandung. Dengan cakupan yang lebih luas, ia menilai persiapan yang matang menjadi hal mutlak.

"Karena akan diterapkan di seluruh RW, maka perlu disiapkan dengan sungguh-sungguh agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, baik dari sisi pelaksanaan maupun administrasi," katanya.

kilas media

@ Hikmah Harian

”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122)

Subscribe via Email :